makalah kunyit
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kehadiran Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan kami kesehatan,
serta limpahan nikmat, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini.
Tidak lupa kami panjatkan puja dan puji syukur kita atas kehadiran nabi besar kita,
Muhammad S.A.W.
Pada
makalah ini, kami membahas tentang bagaiman mrmbudidayakan tanaman kunyit,
beserta dengan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga dapat
memberikan informasi bagi pembaca makalah ini.
Tidak
lupa, kami ucapkan terimakasih, kepada pihak-pihak yang telah membantu kami
dalam menyelesaikan makalah ini. Kami harapkan makalah ini dapat bermanfaat
ntuk semua pihak. Bila ada kesalahan penulisan, tolong di maafkan.
Senin, 13 JANUARI 2014
Penulis
DAFTAR ISI
Kata
Pengantar........................................................................................................................1
Daftar
isi.................................................................................................................................2
BAB
I PENAHULUAN
1.1 Latar Belakang.................................................................................................................3
1.2 Tujuan..............................................................................................................................4
1.3 Rumusan
Masalah............................................................................................................4
1.4 Landasan
Teori.................................................................................................................4
BAB
II PEMBAHASAN
2.1
Pengertian
Kunyit.............................................................................................................6
2.2
Budidaya
Kunyit...............................................................................................................7
2.3
Manfaat dalam kehidupan
sehari-hari..............................................................................10
BAB
III PENUTUP
3.1
Kesimpulan.......................................................................................................................13
3.2
Saran..................................................................................................................................13
Daftar
Pustaka.........................................................................................................................14
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Saat ini kesehatan
merupakan hal yang sangat penting bagi semua orang. Tubuh yang sehat akan
menunjang kita sehingga dapat menjalankan segala rutinitas serta aktivitas
sehari-hari. Oleh karena itu, banyak orang yang rela menghabiskan banyak uang
hanya untuk mendapatkan jasmani yang sehat.
Dalam dasa warsa
terakhir, industri dan perdagangan produk herbal dan suplemen diet dari bahan
alami cenderung meningkat di seluruh dunia. Cina dikenal sebagai pusat produksi
obat herbal di dunia. Di Indonesia, pemanfaatan tumbuhan sebagai obat sudah
dikenal sejak lama. Hal ini diikuti dengan tumbuh kembangnya industri jamu,
makanan dan minuman kesehatan, obat herbal, serta kosmetik yang berbasis bahan
baku alami.
Tradisi nenek moyang
kita memang hebat. Entah apa yang menggerakkan pikiran mereka sehingga mereka
dapat dikatakan pandai dan berbudaya tinggi termasuk dalam soal pengobatan dan
kesehatan. Kita sekarang lebih mengenal obat-obat sintetik dibandingkan obat
dari bahan alami padahal ternyata alam telah menyediakan semua kebutuhan jika
kita bisa mengolahnya.
Salah
satu tanaman obat yang banyak digunakan dalam industri obat asli Indonesia (OAI), kosmetik maupun makanan dan minuman adalah kunyit. Rimpang kunyit bermanfaat antara lain untuk mengobati gusi bengkak, luka, sesak nafas, sakit perut, bisul, sakit limpa, usus buntu, encok, gangguan pencernaan, perut kembung, serta menurunkan tekanan darah. Rimpang kunyit
juga dapat digunakan sebagai bahan pewarna,
campuran dalam kosmetik, bakterisida,
fungisida, dan stimulan. Baru-baru
ini dihasilkan penelitian yang benar-benar melengkapi deretan manfaat kunyit
yang telah lama diketahui bermanfaat bagi kesehatan. Salah satu senyawa aktif
yang terkandung di kunyit yaitu kurkumin ternyata mampu menahan laju
pertumbuhan kanker dan menangkal radikal bebas.
1.2
Tujuan
·
Untuk mengetahui
cara membudidayakan kunyit
·
Untuk mengetahui
apa saja manfaat yang terkadung dalam kunyit
1.3
Rumusan Masalah
1)
Bagaimna cara
budidaya tanaman kunyit ?
2)
Bagaimana cara
memanfaatkan kunyit dalam kehidupan sehari-hari ?
1.4 Landasan Teori
Curcuma
longa Auct. dikenal dengan nama daerah Kunyit (Melayu), Kunyet (Aceh), Kuning
(Gayo), Hunik (Batak), Undre (Nias), Kakunye (Enggano), Kunyir (Lampung),
Kunyir, Koneng (Sunda), Kunir, Kunir bentis,Temu kuning (Jawa). Nama lain (sinonim)
adalah Curcuma domestica Rumph. Kunyit termasuk dalam klasifikasi sebagai
berikut :
Kingdom : Plantae (tumbuh-tumbuhan)
Divisi : Spermatophyta (tumbuhan berbiji)
Sub Divisi : Angiospermae (berbiji tertutup)
Kelas : Monocotyledonae (biji berkeping satu)
Ordo : Zingiberales
Famili : Zingiberaceae
Genus : Curcuma
Spesies : Curcuma Domestica Valet
Kingdom : Plantae (tumbuh-tumbuhan)
Divisi : Spermatophyta (tumbuhan berbiji)
Sub Divisi : Angiospermae (berbiji tertutup)
Kelas : Monocotyledonae (biji berkeping satu)
Ordo : Zingiberales
Famili : Zingiberaceae
Genus : Curcuma
Spesies : Curcuma Domestica Valet
Kunyit
merupakan tanaman obat berupa semak dan bersifat tahunan (perenial) yang
tersebar di seluruh daerah tropis. Diperkirakan berasal dari Binar pada
ketinggian 1300-1600 m dpl, ada juga yang mengatakan bahwa kunyit berasal dari
India. Kata Curcuma berasal dari bahasa Arab Kurkum dan Yunani Karkom. Pada
tahun 77-78 SM, Dioscorides menyebut tanaman ini sebagai Cyperus menyerupai
jahe, tetapi pahit, kelat, dan sedikit pedas, tetapi tidak beracun. Tanaman ini
banyak dibudidayakan di Asia Selatan khususnya di India, Cina Selatan, Taiwan,
Indonesia (Jawa), dan Filipina (Sharma R.A, A.J. Gescher, W.P. Steward, 2005).
Kunyit mengandung senyawa yang berkhasiat obat, yang
disebut kurkuminoid yang terdiri dari kurkumin, desmetoksikumin dan
bisdesmetoksikurkumin dan zat-zat manfaat lainnya. Kandungan Zat, kurkumin : R1
= R2 = OCH3 10 %, Demetoksikurkumin : R1 = OCH3, R2 = H 1-5 %
Bisdemetoksikurkumin: R1 = R2 = H, sisanya minyak atsiri atau volatil oil
(Keton sesquiterpen, turmeron, tumeon 60%, Zingiberen 25%, felandren, sabinen,
borneol dan sineil), lemak 1-3%, karbohidrat 3%, protein 30%, pati 8%, vitamin
C 45-55%, dan garam-garam Mineral (Zat besi, fosfor, dan kalsium) (Sharma R.A,
A.J. Gescher, W.P. Steward, 2005).
Ada 5 Manfaat
Kunyit menurut para ahli
1.
Untuk
meningkatkan Kekebalan tubuh
Kandungan
KURKUMINA yang terdapat pada kunyit adalah merupakan salah satu anti oksidan
yang kuat dan mampu mencegah radikal bebas yang biasanya mengganggu sistem DNA
pada manusia. Sehingga tidaklah heran mengapa banyak orang dahulu yang
mencampur minuman dengan potongan kunyit untuk meningkatkan kekebalan tubuh.
2.
Untuk Menurunkan
Kolestrol
Selain itu,
dengan kandungan zat anti oksidan, kunyit juga berkhasiat untuk menurunkan LDL
atau kolestrol buruk yang terdapat dalam darah
3.
Meningkatkan
Kesehatan Jantung
Vitamin dan
Mineral yang terdapat pada kunyit seperti potasium dan zat besi akan mampu
untukk meningkatkan dan membangun darah mereka. Kandungan kalium dalam kunyit
juga berfungsi mengontrol denyut jantung dan tekanan darah
4.
Untuk
Menyehatkan Pencernaan
Kandungan
kurkumin sebagai anti oksidan juga mampu membunuh bakteri jahat dalam perut.
Dengan mengkonsumsi kunyit, maka akan mampu untuk menyehatkan pencernaan
5. Obat herbal pengganti asam
Satu sendok bubuk kunyit kemudian dimasukkan dan
dicampur pada segelas susu hangat akan efektif untuk mengobati asama, filek,
flu, dan batuk.
Efek samping Kunyit menurut para
ahli
Kunyit memiliki sifat pengencer darah , maka jika
anda ingin melakukan operasi , maka hindarilah mengkonsumsi kunyit.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1Pengertian Kunyit
Kunyit merupakan tanaman berupa
semak dan bersifat tahunan (perenial) yang tersebar di seluruh daerah tropis.
Tanaman kunyit tumbuh subur dan liar disekitar hutan atau bekas kebun. Tanaman
ini diperkirakan berasal dari Binar pada ketinggian 300-1600 m dpl, ada juga
yang mengatakan bahwa kunyit berasal dari India. Kata Curcuma berasal dari
bahasa Arab Kurkum dan Yunani Karkom. Pada tahun 77-78 SM, Dioscorides menyebut
tanaman ini sebagai Cyperus menyerupai jahe, tetapi pahit, kelat, dan sedikit
pedas, tetapi tidak beracun. Tanaman ini banyak dibudidayakan di Asia Selatan
khususnya di India, Cina, Taiwan, Indonesia, dan Filipina.
Klasifikasi tanaman kunyit sesuai dengan urutan taksonomi sebagai berikut :
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Monocotyledoneae
Ordo : Zingiberales
Famili : Zungiberaceae
Genus : Curcuma
Species : Curcuma Longa Linn
Tanaman kunyit tumbuh bercabang dengan tinggi 40-100 cm. Batang merupakan
batang semu, tegak, bulat, membentuk rimpang dengan warna hijau kekuningan dan
tersusun dari pelepah daun (agak lunak). Daun tunggal, bentuk bulat telur
(lanset) memanjang hingga 10-40 cm, lebar 8-12,5 cm dan pertulangan menyirip
dengan warna hijau pucat. Berbunga majemuk yang berambut dan bersisik dari
pucuk batang semu, panjang 10-15 cm dengan mahkota sekitar 3 cm dan lebar 1,5
cm, berwarna putih/kekuningan. Ujung dan pangkal daun runcing, tepi daun yang
rata. Kulit luar rimpang berwarna jingga kecoklatan, daging buah merah jingga
kekuning-kuningan.
Kunyit merupakan rempah-rempah yang sering digunakan, terutama untuk kari.
Di daerah Jawa, kunyit banyak digunakan sebagai ramuan jamu karena berkhasiat
menyejukkan, membersihkan, mengeringkan, menghilangkan gatal, dan menyembuhkan
kesemutan. Manfaat utama tanaman kunyit, yaitu sebagai bahan obat tradisional,
bahan baku industri jamu dan kosmetik, bahan bumbu masak, peternakan dll. Disamping
itu rimpang tanaman kunyit itu juga bermanfaat sebagai anti inflamasi, anti
oksidan, anti mikroba, pencegah kanker, anti tumor, dan menurunkan kadar lemak
darah dan kolesterol, serta sebagai pembersih darah.
Zat warna kuning pada kunyit (berkode E100) dimanfaatkan untuk melindungi
produk makanan terhadap kerusakan akibat sinar matahari. Bila digunakan bersama
zat warna lain, yakni annatto (E160b), kunyit dapat dimanfaatkan untuk memberi
warna pada keju, yogurt, mentega, dan margarin.
Komposisi utama penyusun kunyit yaitu minyak atsiri
(volatil oil), furmerol, sineol, zingiberin, borneol, karvon, dan kurkuminoid.
Kandungan terbesar dari kunyit adalah zat warna kurkumoid. Kurkumoid sendiri
terdiri dari kurkumin, dihidrokurkumin, desmetoksikurkumin, dan
bidesmetoksikurkumin. Kurkumin (sejenis senyawa polifenol) merupakan senyawa
aktif pada kunyit, yang terdapat dalam dua bentuk tautomer, yakni bentuk keto
pada fase padat dan bentuk enol pada fase larutan.
2.2Cara Budidaya
tanaman Kunyit
·
Deskripsi
Tanaman kunyit tumbuh dengan tinggi 40-100 cm.
Batang merupakan batang semu, tegak, bulat, membentuk rimpang dengan warna
hijau kekuningan dan tersusun dari pelepah daun (agak lunak). Daun tunggal,
bentuk bulat telur (lanset) memanjang hingga 10-40 cm, lebar 8-12,5 cm dan
pertulangan menyirip dengan warna hijau pucat. Berbunga majemuk yang berambut
dan bersisik dari pucuk batang semu, panjang 10-15 cm dengan mahkota sekitar 3
cm dan lebar 1,5 cm, berwarna putih/kekuningan. Ujung dan pangkal daun runcing,
tepi daun yang rata. Kulit luar rimpang berwarna jingga kecoklatan, daging buah
merah jingga kekuning-kuningan.
·
Persyaratan
Ekologis
Di Indonesia, sentra penanaman kunyit di Jawa
Tengah, dengan produksi mencapai 12.323 kg/ha. Di India, Srilanka, Cina, Haiti,
dan Jamaika dengan produksi mencapai > 15 ton/ha.
a)
Iklim
a.
Tanaman kunyit dapat tumbuh baik pada daerah
yang memiliki intensitas cahaya penuh atau sedang, sehingga tanaman ini sangat
baik hidup pada tempat- tempat terbuka atau sedikit naungan.
b.
Pertumbuhan terbaik dicapai pada daerah yang
memiliki curah hujan 1000-4000 mm/tahun. Bila ditanam di daerah curah hujan
< 1000 mm/tahun, maka system pengairan harus diusahakan cukup dan tertata
baik. Tanaman ini dapat dibudidayakan sepanjang tahun. Pertumbuhan yang paling
baik adalah pada penanaman awal musim hujan.
c.
Suhu udara yang optimum bagi tanaman ini antara
19-30 oC.
b)
Media Tanam
·
Kunyit
tumbuh subur pada tanah gembur, pada tanah yang dicangkul dengan baik
akan menghasilkan umbi yang berlimpah.
·
Jenis tanah
yang diinginkan adalah tanah ringan dengan bahan organik tinggi, tanah
lempung berpasir yang terbebas dari genangan air/sedikit basa.
c)
Ketinggian
Tempat
Kunyit tumbuh baik di dataran rendah (mulai <
240 m dpl) sampai dataran tinggi (> 2000 m dpl). Produksi optimal + 12
ton/ha dicapai pada ketinggian 45 m dpl.
d)
Perbanyakan
Perbanyakan kunyit dapat dilakukan secara
vegetative fengan memecah rimpang menjadi tunas, tunas baru dan dengan biji.
Namun, pada umumnya petani melakukan perbanyakan tanaman dengan rimpang.
Untuk mendapatkan pertanaman di lapangan yang
seragam sebaiknya rimpang-rimpang yang akan di tanam sebaiknya ditunaskan lebih
dahulu. Untuk bahan bibit sebaiknya dipilih rimpang primer. Selain itu, untuk
bahan bibit dapat juga digunakan cabang-cabang rizoma yang mempunyai satu atau
dua mata tunas. Cara lain untuk mendapatkan bibit adalah dengan memotong
rimpang tua yang baru di panen di keringkan di bawah sinar matahari selama 4-5
hari setiap potongan rimpang mengandung 2 mata tunas. Sebelum ditunaskan,
potongan rimpang direndam dalam agrimisin 0,1 % selama kira-kira 4 jam
lalu di angin-anginkan. Penunasan kunyit dilakukan seperti jahe, yaitu dimedia
jerami yang kelembabbanya selalu diatur dengan penyiraman yang rutin. Penunasan
dilakukan antara 1-3 minggu. Bibit dengan pertumbuhan tunas yang seragam dan
sehat diseleksi untuk kemudian di pindahkan ke lahan penanaman.
e) Penanaman.
Awal musim
hujan merupakan saat yang tepat untuk melakukan penanaman kunyit. Penanaman
dapat juga di lakukan saat musim kemarau. Rimpang dari persemian di tanam di lubang tanam pada kedalaman 2-5 cm
dengan tunas mengarah ke atas. Selanjutnya rimpang ditutup dengan tanah halus
agar pertumbuhan tunas tidak tergangg
f) Pemupukan
Disamping pupuk kandang
yang diberikan saat tanam untuk mendukung pertumbuhan vegetative kunyit
membutuhkan pupuk buatan. Pupuk urea di berikan dengan dosis 300 kg yang
diberikan dua kali. Yaitu ½ dosis pada saat tanam dan ½ dosis lainnya diberikan
pada umur empat bulan setelah tanam. Untuk memacu pertumbuhan akar dan jumlah
anaknya di berikan pupuk TSP atau SP-36 sebanyak 200 kg/ha. Untuk memperkokoh batang
dan meningkatkan kualitas rimpang dibutuhkan pupuk KCL sebanyak 300 kg/ha.
Kedua jenis pupuk tersebut diberikan semuanya pada saat tanam.
g) Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama penggerak rimpang
merupakan hama yang menyukai tunas-tunas yang baru tumbuh. Gejala serangan
menunjukan pada daun tampak kuning kemudian luruh. Apabila tanaman di bongkar
maka rimpang tampak seperti di kerat. Pengendalian hama tersebut dilakukan
dengan furadan sesuai dengan dosis yang diajukan.
h) Pemeliharaan Tanaman.
Sekitar 1-2 sesudah tanam
sebaiknya dilakukan penyiangan gulma dan tumbuh pengganggu lainya. Penyiangan
di lakukan secara manual dengan tangan atau menggunakan gacok atau alat
sejenisnya.
Penyiangan harus dilakukan dengan hati-hati agar perakaran di sekitar
rumput tidak terganggu. Bersamaan dengan penyiangan, permukaan tanah di sekitar
rumput sebaiknya di bumbun dengan tanah dari saluran air agar rimpang
yang diatas tidak keluar dari permukaan tanah. Pembumbunan sebaiknya dilakukan
sebulan sekali.
i)
Cara Panen dan Pascapanen Tanaman Kunyit.
Masa panen tanaman kunyit umumnya dilakukan pada
umur 8-10 bulan setelah penanaman, namun ada juga petani yang memanen kunyit
pada umur 12-18 bulan. Tanda-tanda tanaman kunyit yang sudah siap di panen
dapat dilihat berdasarkan penampilan daun yang sudah kering tan luruh ke tanah.
Pemanenan dilakukan dengan menggunakan garpu tanah yang dibenamkan disekitar
rumput dan bongkahan rimpang diangkat secara perlahan.
Cara panen ini dapat menjaga rimpang kunyit yang
dipanen agar tetap utuh dan tidak patah. Selanjutnya rimpang kunyit dibersihkan
dari tanah yang melekat dan disusun pada wadah dari kayu atau keranjang bumbu
untuk mengurangi resiko patahnya rimpang kunyit.
2.3Manfaat dalam Kehidupan Sehari-hari
Kunyit
sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, yaitu dapat menyembuhkan
beberapa penyakit yaitu :
·
Kunyit untuk mencegah
Alzheimer
Penyakit Alzheimer adalah sejenis penyakit pikun yang
umum terjadi pada manusia yang mulai memasuki usia tua (manula). Secara
alamiah, pikun biasa terjadi pada setiap orang karena kondisi fisik otak
menurun. Namun pikunpun dapat di-perlambat datangnya dengan meng-gunakan kunyit
dalam bentuk bum-bu kare. Kunyit sebagai bahan bumbu kare yang banyak dipakai
dalam berbagai resep masakan dirasakan dapat mempertahankan kualitas otak
hingga usia lanjut. Salah satu bukti adalah manula yang berada di negara-negara
Asia tetap memiliki ingatan baik di usia lanjut karena mereka rajin
mengkonsumsi bumbu kare.
·
Memperlancar ASI Bahan:
a)
Rimpang kunyit ditumbuk sampai halus dan dibalurkan
seputar payudara sekali setiap 2 hari terutama pada masa awal menyusui. Haid
tidak lancer
b)
Rimpang kunyit, 1/2 sendok Teh ketumbar, 1/2 sendok
Teh biji pala, 1/2 genggam daun srigading. Semua bahan ditumbuk halus,
direbus dgn 1 liter air sampai mendidih, saring dinginkan.Minum 1 gelas sehari.
·
Sakit Keputihan / Pek Tay
Dua rimpang
kunyit, 1 genggam daun beluntas, 1 gagang buah asam, 1 potong gula aren.
Semua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian di
saring. Minum 1 gelas sehari
·
Perut mulas pada saat haid
Satu rimpang
kunyit sebesar 4 cm, 1 rimpang jahe sebesar 4 cm, 2 rimpang kencur sebesar 4
cm. Semua bahan dicuci bersih dan diparut, ambil
airnya. Tambahkan perasan jeruk nipis, diseduh dgn stengah gelas air
panas, kemudian saring. Tambahkan garam dan gula sesuai selera. Minum
pada hari pertama haid.
·
Diabetes mellitus
Tiga rimpang
kunyit + 1/2 sendok the garam direbus dgn 1 liter air sampai mendidih kemudian
saring dan dinginkan. Minum rebusan ini @ stengah gelas 2x seminggu.
·
Tifus
2 rimpang
kunyit + 1 bonggol sere + 1 lembar daun sambiloto ditumbuk halus, tambahkan 1
gelas air hangat, aduk rata kemudian disaring. Minuman ini diminum sekali
sehari selama 1 minggu.
·
Usus buntu
1 rimpang
kunyit, 1 butir buah jeruk nipis, 1 potong gula kelapa/aren. Garam
secukupnya. Kunyit diparut dan jeruk nipis diperas, kemudian
dicampur dengan bahan yang lain dan disedu dengan 1 gelas air panas, kemudian
disaring. Minum setiap pagi setelah makan.
·
Amandel
Bahan: 1
rimpang kunyit, 1 butir jeruk nipis, 2 sendok madu. Kunyit diparut, jeruk
diperas untuk diambil airnya, kemudian dicampur dengan madu dan 1/2 gelas air
hangat, diaduk sampai merata dan disaring. Minum secara rutin 2 hari
sekali
·
Kunyit dapat mencegah panas dalam. Ambil 1 biji kunyit
yang agak besar, lalu bersihkan kunyit sampai tidak tersisa lagi bekas tanah
yang menempel. Kuliti sampai bersih, parut kunyit sampai mempunyai
bagian-bagian yang kecil. Sisihkan. Ambil gula merah dan potong secukupnya,
campurkan keduanya bersamaan dengan menggunakan air panas. Aduk dan sampai
terlihat mengental, lalu parutan kunyit tadi Anda saring, dan minum selagi
hangat. Lakukan terus, sampai panas dalam Anda hilang.
·
Mencegah gatal-gatal dan penyakit kulit. Ambil 1 ruas
kunyit, bersihkan lalu parut kunyit. Ambil biji cengkeh lalu ditumbuk, parutan
kunyit tadi Anda campurkan dengan tumbukan biji cengkeh dan bunga melati.
Remas-remas, lalu balurkan pada tubuh yang gatal. Untuk mencegah luka, Anda
cukup mencampurkan parutan kunyit dan asam kawak, balurkan sampai luka
mongering dan tidak terasa sakit lagi.
·
Mencegah rasa tidak nyaman dimulut seperti sariawan,
bengkak pada mulut, dan gatal-gatal pada tenggorokan. Bersihkan kunyit terlebih
dahulu, lalu parut kunyit dan campurkan air perasannya dengan sedikit garam.
Lakukan terus sampai rasa sakit hilang.
·
Akar kunyit
dipercaya dapat menyembuhkan penyakit rematik dan bengkak-bengkak pada tubuh
Anda.
·
Karena
kunyit mempunyai kandungan antioksidan yang tinggi, kunyit dipercaya dapat
menurunkan kolesterol, dan menyempitkan arteri, selain itu kunyit dapat
mencegah penyakit serangan jantung mendadak.
·
Kunyit yang mempunyai kandungan vitamin C dan E yang
tinggi juga karatenoid ini adalah sejenis makanan herbal yang dapat menghalangi
oksigen berlebih yang masuk dalam badan. Oleh karena itulah, selain
meningkatkan daya tahan tubuh, kunyit juga dapat mencegah masuk angin.
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
·
Kunyit merupakan salah satu tanaman obat potensial,
selain sebagai bahanbakuobat juga dipakai sebagai bumbu dapur dan zat pewarna
alami.
·
Dilihat dari
maanfaatnya setelah dilakukan beberapa penelitian secara in vitro dan in vivo
menunjukkan, kunyit memunyai aktivitas sebagaiantiinflamasi (antiperadangan),
aktivitas terhadap peptic ulcer, antitoksik, antihiperlipidemia, dan aktivitas
antikanker.
·
Setelah mengkaji lebih dalam mengenai
tumbuhan kunyit, penyusun dapat mengambil suatu simpulan bahwa kunyit sangatlah
bermanfaat bagi manusia, karena Didalam kunyit terdapat banyak kandungan kimia
yaitu karbohidrat, vitamin C, dan dan garam-garam mineral seperti besi dan
kalsium, dengan adanya kandungan ini, maka kunyit dapat diolah menjadi obat
berbagai macam penyakit, seperti diabetes mellitus, tifus, usus buntu,
disentri, sakit keputihan, haid tidak lancar, perut mulas saat haid,
memperlancar ASI, amandel, berak lendir dan morbili.
·
Kunyit adalah tanaman yang memiliki batang semu,
tegak, berwarna hijau kekuningan, berdaun tunggal, berakar serabut, yang
berwarna coklat muda.
3.2 Saran
Kita sebagai
makhluk hidup hendaknya memelihara lingkungan dengan baik karena lingkungan
sangat penting peranannya dalam keterikatan dengan makhluk hidup. Oleh karena
itu, kita dalam kehidupan sehari-hari tidak dapat lepas dengan keterkaitan pada
lingkungan, dan sumberdayanya. Maka dari itu
penyusun mengaharapkan kepada kita semua jika kita mengalami atau melihat
seseorang terkena penyakit-penyakit diatas mari kita coba menyembuhkannya
dengan mengelolah tumbuhan kunyit menjadi obat penyakit-penyakit tersebut.
Daftar Pustaka
terimakasih sangat membantu sekali semoga blog ini selalu bermanfaat dan terus berkembang dan eksis selalu
BalasHapuskeren ni blog (y)
BalasHapusthank bro informasinya...Artikel kesehatan terbaru
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus